Tampilkan postingan dengan label Mengaji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengaji. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

meningkatkan hasil bisnis dengan backlink gaib


backlink gaib Backlink Gaib adalah sebuah istilah yang disebutkan di sebuah blog bisnis dengan judul Backlink Gaib kiat sukses bisnis online saya .Istilah ini yang semula beredar di kalangan murid Sekolah.in,namun sejak pak Kepseknya mengadakan kontes SEO dengan anchor textnya Backlink Gaib, maka semakin ramailah istilah ini di dunia maya.
Backlink Gaib ini mulai membahana di dunia maya khususnya para pebisnis online, salah satu penunjang kesuksesan pebisnis online adalah bertenggernya keyword atau kata kunci di halaman pertama di search engine dan yang paling berpengaruh adalah google, search engine terbesar di dunia maya.salah satu cara agar bisa berada di posisi halaman pertama adalah banyaknya backlink yang mengarah ke website kita.Untuk itu banyak teknik dan tips agar bisa bertengger di halaman pertama tersebut,namun terkadang walupun posisi sebuah website berada di halaman pertama,tetap saja keuntungan yang diraih belum maksimal. Nah untuk urusan inilah perlunya sentuhan sebuah backlink gaib
Selanjutnya apakah yang dimaksud backlink gaib tersebut?,
Backlink Gaib pada dasarnya adalah usaha menyerahkan segala urusan kepada Sang Khalik sebagai tanda kelemahan hamba yang memang tak memiliki daya dan upaya.Sedekah merupakan salah satu unsur Backlink Gaib yang paling ringan sekaligus paling berat .Mengapa ringan ? karena senyumpun ke sesama adalah sedekah,namun sekaligus berat karena kadang banyak alasan yang menggagalkannya  apalagi kalau dalam jumlah yang besar.Namun yang terberat adalah unsur ke ikhlasan di dalamnya yang tidak sedikit orang gagal dalam meraihnya.
Sebenarnya Backlink Gaib yang dikenal di sekolah.in,bukan hanya sedekah saja,namun ada beberapa cara lagi yang bisa dilakukan dalam rangka memberikan backlink gaib bagi usaha online kita.Diantaranya adalah shalat Tahajjud dan Sholat Dhuha dimana sudah tidak diragukan lagi keshahihan ayat dan hadistnya untuk memperlancar segala urusan dan juga solusi kehidupan dunia akhirat.Satu lagi adalah membaca Alqur’an setiap hari ,banyak yang menyarankan untuk membaca selalu surah-surah yang memberikan kemudahan hidup,misalnya Alwaqiah,Arrahman,Al Mulk. Dsb..intinya jangan lepas lah dari Alqur’an,paling tidak membaca 2 halaman sehari dah cukup memperkuat backlink gaib anda.
Backlink Gaib alias sedekah ini terbukti ampuh dalam hasilnya,walaupun kadar ikhlas di dalamnya kurang hasilnya tetap menakjubkan,sudah banyak bukti dan testimoni yang bertebaran di dunia maya akan keampuhan sedekah ini.

Mari Semarakkan Backlink Gaib Ini

Berikut tata cara pelaksanaan Ibadah Haji



Berikut tata cara pelaksanaan Ibadah Haji, semoga bisa memberikan pengarahan, namun yang terbaik adalah bertanya dan praktek langsung dengan ahlinya

1. Melakukan ihram dari mîqât yang telah ditentukan

Ihram dapat dimulai sejak awal bulan Syawal dengan melakukan mandi sunah, berwudhu, memakai pakaian ihram, dan berniat haji dengan mengucapkan Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya “aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji”.
Kemudian berangkat menuju arafah dengan membaca talbiah untuk menyatakan niat:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka
Artinya:
Aku datang ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.

2. Wukuf di Arafah

Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada hari nahar (hari menyembelih kurban) tanggal 10 Zulhijah.
Saat wukuf, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: shalat jamak taqdim dan qashar zuhur-ashar, berdoa, berzikir bersama, membaca Al-Qur’an, shalat jamak taqdim dan qashar maghrib-isya.

3. Mabît di Muzdalifah, Mekah

Waktunya sesaat setelah tengah malam sampai sebelum terbit fajar. Disini mengambil batu kerikil sejumlah 49 butir atau 70 butir untuk melempar jumrah di Mina, dan melakukan shalat subuh di awal waktu, dilanjutkan dengan berangkat menuju Mina. Kemudian berhenti sebentar di masy’ar al-harâm(monumen suci) atau Muzdalifah untuk berzikir kepada Allah SWT (QS 2: 198), dan mengerjakan shalat subuh ketika fajar telah menyingsing.

4. Melontar jumrah ‘aqabah

Dilakukan di bukit ‘Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah, dengan 7 butir kerikil, kemudian menyembelih hewan kurban.

5. Tahalul

Tahalul adalah berlepas diri dari ihram haji setelah selesai mengerjakan amalan-amalan haji.
Tahalul awal, dilaksanakan setelah selesai melontar jumrah ‘aqobah, dengan cara mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Setelah tahalul, boleh memakai pakaian biasa dan melakukan semua perbuatan yang dilarang selama ihram, kecuali berhubungan seks.
Bagi yang ingin melaksanakan tawaf ifâdah pada hari itu dapat langsung pergi ke Mekah untuk tawaf. Dengan membaca talbiah masuk ke Masjidil Haram melalui Bâbussalâm (pintu salam) dan melakukan tawaf. Selesai tawaf disunahkan mencium Hajar Aswad (batu hitam), lalu shalat sunah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim, berdoa di Multazam, dan shalat sunah 2 rakaat di Hijr Ismail (semuanya ada di kompleks Masjidil Haram).
Kemudian melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa. Lalu dilanjutkan dengan tahalul kedua, yaitu mencukur/memotong rambut sekurang-kurangnya 3 helai.
Dengan demikian, seluruh perbuatan yang dilarang selama ihram telah dihapuskan, sehingga semuanya kembali halal untuk dilakukan.
Selanjutnya kembali ke Mina sebelum matahari terbenam untuk mabît di sana.

6. Mabît di Mina

Dilaksanakan pada hari tasyrik (hari yang diharamkan untuk berpuasa), yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Setiap siang pada hari-hari tasyrik itu melontar jumrah ûlâwustâ, dan ‘aqabah, masing-masing 7 kali.
Bagi yang menghendaki nafar awwal (meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja. Tetapi bagi yang menghendaki nafar sânî atau nafar akhir (meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah jumrah sore hari), melontar jumrah dilakukan selama tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.

7. Tawaf ifâdah

Bagi yang belum melaksanakan tawaf ifâdah ketika berada di Mekah, maka harus melakukan tawaf ifâdah dan sa’i. Lalu melakukan tawaf wada’ sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke daerah asal.

Tata Cara Shalat Jenazah


Sebelumnya, marilah kita mengetahui terlebih dahulu, apa Keutamaan dilakukannya Shalat Jenazah ini :

Rasulullah saw. bersabda:
Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah saw. bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar.” (HR Abu Hurairah)

Bahwa Rasulullah saw. bersabda:
Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.” (HR Tsauban).
Shalat jenazah merupakan salah satu praktik ibadah shalat yang dilakukan umat Muslim jika ada Muslim lainnya yang meninggal dunia. dan hukum melakukan shalat jenazah ini adalah fardhu kifayah.

Adapun syarat-syarat shalat jenazah adalah sebagai berikut:
  1. Shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yaitu harus menutup aurat, 
  2. suci dari hadats besar dan kecil
  3. suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap kiblat.
  4. Mayit sudah dimandikan dan dikafani.
  5. Letak mayit sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau shalat dilakukan di atas kubur atau shalat gaib.
Shalat jenazah tidak disertai dengan rukuk dan sujud tidak dengan adzan dan iqmat. Setelah berdiri sebagaimana mestinya, Niat melakukan shalat mayit dengan 4 kali takbir.

Oke, berikut tata cara melakukan Shalat Jenazah :

1. Niat

  • Niat untuk mayit laki-laki
Ushallii alaa hadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa.
Artinya: 
Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah.
  • Niat untuk mayit perempuan
Ushallii alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

2. Takbir Pertama

Setelah takbiratul ihram, yakni setelah mengucapkan “Allahu akbar” sambil meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas perut (sidekap), kemudian membaca Al-Fatihah,
Dan setelah membaca Al-Fatihah lalu takbir “Allahu akbar”

3. Setelah takbir kedua, lalu membaca shalawat:

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad
Artinya:
“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad”
Lebih sempurna lagi jika membaca shalawat sebagai berikut:
Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’alaa aali Muhammadin. Kamaa shallaita ‘alaa Ibrahim wa ‘allaa aali Ibrahim. Wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalii Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa Ibrahim wa ‘alaa aali Ibrahim fil-‘aalamiina innaka hamiidummajid.

Artinya:
“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. DI seluruh ala mini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia.”

4. Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca doa:

Allahummaghfir lahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu’anhu.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dab sejahtera, maafkanlah dia.”

Lebih sempurna lagi jika membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ

مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ

 وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ

 وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ

 وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار

Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”
(HR. Muslim)

Keterangan:
Jika mayit perempuan kata lahu menjadi lahaa.

Jika mayit anak-anak doanya adalah:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًَا لِاَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا

وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا

وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ

وَلاَ تَحْرِ مْهُمَا اَجْرَهُ

Allahummaj’alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhro
wa’idhotaw  wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa ziinahuma
wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa ba’dahu
wa laa tahrim humaa ajrahu
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah  bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya.”

5. Selesai takbir keempat, lalu membaca:

اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ

Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.
Artinya:
“Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau member kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”

6. Kemudian setelah salam membaca:

As-sallamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Artinya:
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”


Untuk Lebih jelasnya, sobat bisa melihat video pelaksanaan Shalat Jenazah :
Video Tata Cara Shalat Jenazah Mayat Laki-laki
Video Tata Cara Shalat Jenazah Mayat Perempuan

mudah mudahan bermanfaat ^_^

Selasa, 20 November 2012

Belajar Baca Quran Online, Gratis, Mudah, Cepat, dan Praktis untuk Pemula Dewasa

Belajar Baca Quran Online, Gratis, Mudah, Cepat, dan Praktis untuk Pemula Dewasa

Al-Quran adalah kalamullah (firman Allah) yang menjadi panduan hidup bagi manusia, menjadi petunjuk dan penerang bagi seluruh alam raya. Karenanya, sudah seharusnya Al-Quran selalu berada di dalam hati setiap muslim dan dibaca setiap hari oleh setiap kita.
Tapi sayangnya, banyak sekali dari kita “tidak memiliki” waktu untuk membacanya… bahkan masih banyak yang belum bisa membacanya… Entah karena kesibukan sekolah, kuliah atau padatnya pekerjaan kita. Dan tahukah Anda, bahwa selama hilangnya waktu membaca quran tersebut berarti hilang pula jatah mendapat tambahan pahala bagi kita…?
Karenanya, sempatkanlah waktu untuk belajar membacanya… AyoSinauNgaji.Com mengajak anda untuk Belajar Membaca Al-Quran dari awal bahkan dari nol mulai mengenal huruf hijaiyah, mengenal tanda baca, latihan membaca dengan cepat dan mudah.
Pada dasarnya belajar membaca al-quran itu hanya terdiri dari tiga tahap.
  1. Mengenal Huruf Hijaiyah yang terdiri dari 28 huruf, penguasaan huruf ini mutlak diperlukan karena 90% untuk bisa membaca al-quran harus menguasai huruf-huruf hijaiyah tersebut.
  2. Mengenal Tanda Baca yang terdiri dari fathah, kasrah, dhommah, atau a i u, tanda panjang dan tanwin serta huruf mati atau sukun dan tasydid.
  3. Latihan membaca yang terus menerus dan berkesinambungan, inilah tahap yang paling menentukan disini diperlukan keistiqomahan serta semangat yang pantang menyerah.
Sekarang banyak sekali metode pembelajaran al-Quran yang berkembang, antara lain metode iqro, abata, albana, granada, qiraati, albarqi, tsaqifa, metode smart, qlc, al-fatihah, an-nur, dan lain sebagainya. Dengan banyaknya metode ini memungkinkan kita bisa belajar baca quran dengan cara cepat dan mudah.
Namun sebaik apapun metode yang kita gunakan, kuncinya adalah niat dan semangat kita dalam mempelajari al-quran tersebut. Maka sebelum belajar luruskan niat kita hanya untuk mencari ridho Allah SWT agar Allah mudahkan kita dalam belajar al-Quran.
Untuk memudahkan anda belajar, saya membuat blog Ayo Belajar Ngaji Online gratis, praktis dan sederhana. Anda bisa belajar secara online di blog AyoBelajarNgaji.Com ini lewat menu disamping kanan. CD pembelajarannya juga bisa anda download gratis di member area.
CD ini selain dilengkapi dengan video tutorial bimbingan pembelajarannya, juga dilengkapi dengan suara atau sound tiap huruf dan latihannya sehingga anda tidak akan lupa nama huruf dan cara pengucapannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls